4.2.1. Spesifikasi
Dalam melaksanakan pemeliharaan dan
perbaikan di PLTD Sei Wie Singkawang, pada salah satu mesin dengan data sebagai
berikut:
·
Merk mesin : MAK
·
Buatan : Jerman
·
Tipe : 8M 453 AK
·
Nomor seri : 26822
·
Putaran rata – rata : 600 rpm
·
Diameter silinder : 320 mm
·
FO (firing order) : 1-3-2-5-8-6-7-4
·
Daya terpasang : 2500 hp
·
Daya mampu : 1800 hp
4.2.2. Injection pump
Injection
pump merupakan suatu komponen mesin yang berfungsi
sebagai alat untuk memompa bahan bakar dari sistem pemipaan bahan bakar yang
sebelumnya telah melalui fuel oil
otomatic menuju injector dengan
tekanan yang tinggi, agar peroses pengabutan bahan bakar dalam ruang bakar oleh
injector menghasilkan kabut sesuai yang di inginkan. Selanjutnya jika
pengabutan bahan bakar dalam ruang bakar berlansung sempurna, maka proses
pembakaran pun akan berlansung sempurna. Hal tersebut akan berdampak pada
konsumsi bahan bakar yang lebih efisien.
Perawatan injection pump sangatlah
penting untuk dilakukan, mengingat injection
pump merupakan salah satu komponen
penting dalam sistem bahan bakar. Kondisi injection
pump juga akan mempengaruhi saat
mesin beroperasi. Agar pada saat beroperasi mesin tidak mengalami ganguan, injection pump harus di lakukan perawatan secara berkala
sesuai jadwal yang telah ditentukan dalam melakukan pemeliharaan.
Injection
pump bisa lebih cepat dari jadwal yang telah
ditentukan oleh perusahaan untuk melakukan perawatan bila ada tanda – tanda
tidak normal pada injection pump ,
seperti suara yang tidak balance
terdengar dari injection pump serta tidak tepatnya timing pada injection pump . Apabila hal demikian
terjadi maka dilakukan tindakan perawatan tidak terencana dan tidak sesuai
dengan jadwal yang telah di tetapkan. Tindakan tersebut dimbil agar mesin dapat
beroperasi dengan baik.
Terdapat beberapa kerusakan yang sering
terjadi pada injection pump yaitu pump
element dan plunger yang cepat
aus serta lengket. Hal tersebut dikarenakan penggunaan bahan bakar MFO yang
bersifat panas.
4.2.3. Prinsip
Kerja Injection pump
Adapun prinsip kerja pada injection pump yaitu ada saat engine start secara otomatis poros camshaft akan ikut berputar
sehingga camshaft akan menekan roller
tappet. Selanjutnya roller tappet
akan menekan bucket tappet yang
meneruskan gaya ke plunger. Bahan
bakar yang masuk melalui pipa saluran masuk menuju pump element akan mengalami tekanan oleh plunger yang bergerak ke atas sekitar 300 bar. Selanjutnya bahan
bakar akan masuk balancing dilevery valve
dengan tekanan 260 – 270 bar, yang
selanjutnya akan di teruskan ke injector dan menuju ruang bakar. Kelebihan
bahan bakar pada saat terjadinya proses penekanan oleh plunger di pump element akan keluar melalui over flow. Proses tersebut akan terus
berjalan selama engine di operasikan.

Gambar
4.1. injection pump
Keterangan
:
1.
Hexagonal bolt
2.
Flange
3.
O – ring
4.
Housing
5.
Balancing dilevery valve
6.
Pump element
7.
O – ring
8.
Control rack
9.
Contol sleeve/ gear pump
10.
Spring
11.
Bucket tappet
12.
Lower spring plate
13.
Tapper pin
14.
Upper spring plate
15.
Retainer Ring
4.2.4. Perawatan Injection Pump
4.2.4.1. Melepaskan Injection Pump
Setelah di lakukan pengecekan pada injection pump, lalu di lakukan
pelepasan injection pump dari mesin.
Adapun langkah melepaskan dan membongkar injection pump adalah sebagai berikut:
Ø Setelah
engine mati, biarkan ± 10 menit.
Ø Tutup
keran suply bahan bakar.
Ø Buka
pemipaan, baik pipa saluran masuk ada injection
pump menggunakan kunci 13, maupun pipa over
flow menggunakan kunci pas 22.
Ø Lepaskan
mur 19 yang terletak pada flange bawah, yang berguna untuk melekatkan injection pump pada bodi mesin.
Ø Angkat,
lalu lalu bawa ke tempat pencucian.
Ø Kunci
injection pump di ragum.
Ø Buka
hexagonal bolt
Ø Angkat
flange
Ø Angkat
balancing dilevery valve menggunakan spesial tool.
Ø Buka
baut 24 di flange bawah
Ø Buka
dari ragum, lalu di balik
Ø Tekan
bucket tappet sambil melepaskan tapper pin
Ø Angkak
bucket tappet
Ø Angkat
lower pring plate beserta spring dan flunger
Ø Angkat
gear pump beserta upper spring plate dan retainer ring
Ø Lepaskan
element pump beserta O – ring
4.2.4.2. Membersihkan Injection Pump
Setelah di bongkar, selanjutnya
injection pump harus di bersihkan menggunakan solar bersih. Setelah semua
komponen bersih apakah terdapat komponen yang harus di perbaiki atau di ganti.
Jika terdapat komponen yang perlu mengalami perbaikan, maka segera di perbaiki.
Jika terdapat komponen yang perlu di ganti, maka segera catat nama komponen
tersebut, maka bagian logistik akan memberikan komponen yang baru.
4.2.4.2. Memasang Injection Pump
Sebelum melakukan pemasangan,
lumuri dengan oli pada setiap komponen, terutama pada bagian yang bergerak.
Adapun proses pemasangan komponen injection pum adalah sebagai berikut:
Ø Pasang
O – ring, lalu pasang element pump dengan kedalaman 43 mm. Untuk memastikan
bahwa element pump pada posisi yang benar.
Ø Pasang
balancing dilevery valve
Ø Pasang
flange, lalu pasang hexagonal bolt dan jangan di kencangkan.
Ø Posisi
di balik, lalu pasang gear pump. Sesuaikan tandanya seperti gambar

Gambar
4.2 : pemasangan gear pump
Ø Pasang
upper spring plate lalu pasang retainer ring.
Ø Pasang
spring
Ø Lower
spring plate di pasang pada flunger, lalu flunger dipasang pada gear pump.
Tanda pada flunger harus sejajar dengan tanda pada gear pump. Seperti pada
gambar di bawah ini.

Gambar
4.3 : pemasangan flunger
Ø Pasang
bucket tappet, tekan lalu pasang tapper pin. Selanjutnya injection pump di
balik.
Ø Pasang
baut 24 pada flange bawah
Ø Pasang
du ragum lalu kencangkan baut 24
Ø Kencangkan
hexagonal bolt menggunakan kunci momen. Dengan momen terpasang 110 Nm
Ø Pasang
kembali pada mesin, lalu pasang dan kencangkan mur 19
Ø Pasang
pipa masuk dan pipa over flow.






0 komentar:
Posting Komentar